BELAJAR ISLAM DARI MATEMATIKA



Zumala pasti sudah tau bahwa:
1.  + (PLUS) X + (PLUS) = + (PLUS).
2.  + (PLUS) X - (MINUS  atau sebaliknya - (MINUS) X + (PLUS) = - (MINUS). 
3.  - (MINUS) X - (MINUS)  = + (PLUS).

Mengapa demikian ?

Hikmahnya adalah
"  + (PLUS)  = BENAR/RIGHT"
" - (MINUS) = SALAH/FAULT"

a.       Mengatakan sesuatu yang BENAR/RIGHT terhadap sasuatu yang BENAR/RIGHT maka itu suatu tindakan yang BENAR/RIGHT. INGAT (+ X + = +).
b.       Mengatakan sesuatu yang BENAR/RIGHT terhadap sesuatu yang SALAH/FAULT atau sebaliknya mengatakan sesuatu  yang SALAH/FAULT terhadap sesuatu yang BENAR/RIGHT. Maka itu suatu tindakan yang SALAH/FAULT.
INGAT (+ X - = -) atau (- x + = -).
 c.       Mengatakan sesuatu yang SALAH/FAULT terhadap sesuatu yang SALAH/FAULT adalah suatu tindakan yang BENAR/RIGHT. INGAT (- X - = +).
Kesimpulan dari itu semua adalah sabda rasulullah   
كَانَ يُؤْمِنُ بِللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرْ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْمُتْمَنْ 
“Barang siapa yang beriman dengan Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau jika tidak bisa maka diam”

Kuncinya hanya satu yaitu JUJUR.

Itu perkalian, sekarang kita beralih kepembagian.
Zumala pasti sudah tau bahwa:

a.      “1 : 1 = 1”
b.       “1 : 2 = 1/10 (seper sepuluh)”
c.       “1 : 100 = 1/100 (seper seratus)”
d.       Sedangkan “1 : 0 = ~ (Tak terhingga)”



Hikmahnya adalah
” Kalau kita melakukan suatu kebaikan, seperti sedekah misalnya, kemudian kita megharapkan balasan atas perbuatan tersebut. Maka hasilnya akan kecil. Semakin banyak kita berharap maka semakin kecil pula hasilnya, (contoh: 1, 2 & 3). Berbeda jika kita melakukannya tanpa mengharapkan suatu imbalan (ikhlas) maka hasilnya TAK TERHINGGA. (1 : 0  = Tak terhingga). Artinya Allah akan memberikan balasan yang sangat sempurna atas keikhlasan kita.” 
Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-lail : 18-21. Allah berfirman:
“ Yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinuya), (18). Dan tidak ada seorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, (19). Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhoan tuhan Yang Maha tinggi, (20). Dan niscaya dia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna), (21). “
Kurang apalagi coba.  Kalo niat kita hanya mencari keridhoan Allah maka kita akan mendapatkan surganya. Itu pasti kenikmatan yang sempurna. Intinya hanya satu yaitu IKHLAS. Wallahua'lam.


Semoga artikel ini bermanfaat Jazakumullah khoiron katsiiron. 

Abu Umar96


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmatnya menghafal Al-qur'an

BAGIAN 2