Nikmatnya menghafal Al-qur'an
BAGIAN 1
Pada
kesempatan kali ini saya ingin mengajak Zumala untuk bagaimana cara menghafal
Al-qur’an dengan baik dan benar, serta dengan cara secepat mungkin.
Setiap kita
pasti punya kemampun yang berbeda-beda, itu pasti. Dan setiap kita pasti
memiliki cara menghafal yang berbeda-beda pula. Sekali lagi itu pasti.
Pertanyaannya dapatkah kita membuatnya dan menemukannya?. Ya. tentu kita bisa. Namun,
setelah kita tau contoh-contohnya lalu tinggallah kita mengembangkannya. Kita ambil contoh Elektronik. Kita tau elektronik di zaman moderen ini sangatlah canggih, sebut saja HP (handphone). Handphone
pertama kali ditemukan oleh Martin Cooper, seorang pekerja dipabrik Motorola
pada tanggal 03 April 1973. Dengan memiliki berat 2 kilogram. Dan menghabiskan
dana sebesar US$ 1 juta. Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$
4 ribu (Rp. 36 juta). Mahal dan susah bukan. Tapi, di zaman sekarang ini
telepon genggam bisa di bawa dengan mudah dan harganya pun terjangkau serta
berparyasi, dari ratusan ribu sampai jutaan. Mereka aja bisa masa kita enggak.
Oke kita masuk
kepembahasan.
Sebelum anda mulai menghafal Al-qur’an, maka ada hal-hal yang perlu anda
persiapkan dalam menghafal Al-qur’an, berikut akan saya paparkan kepada
pembaca:
A. NIAT
Niat secara Bahasa adalah Tujuan, sedangkan menurut istilah adalah tujuan
untuk mengerjakan suatu hal yang di barengi dengan pekerjaan, demikan menurut Syaikh
Manshur Ali Nashif didalam kitabnya.
Jika tujuannya adalah untuk mendapatkan ridho Allah Subahanahu
wa ta’ala maka Allah akan meridhoinya. Sebagaimana
sahabat Umar bin Khattab telah bercerita kepada kita semua, didalam sabda rosulullah shollaulohu'alaihi wasallam.
“Sesungguhnya amal perbuatan itu hanya
tergantung kepada niatnya, dan setiap orang hanya memperoleh apa yang
diniatkannya. Barang siapa yang niat hijrahnya kepada allah dan rosul-Nya, maka
hijrahnya kepada Allah dan rosul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya kepada
perkara duniawi yang bakal diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka
hijrahnya kepada apa yang diniatkannya itu (HR. Bukhori dan Muslim.).”
Jadi sebelum anda menghafal Al-qur’an tentukan dulu niat anda. Untuk Allah Subahanahu
wa ta’ala atau untuk siapa.
B. TEMPAT DAN WAKTU
Jika anda ingin menghafal Al-qur’an tentunya harus dengan tempat yang
baik. Misalnya, dirumah Allah (masjid), ditempat yang sunyi atau pun ditempat
lainnya yang menurut anda nyaman untuk menghafal Al-qur’an. Namun, ada sedikit
catatan anda harus FOKUS. Karena, sebagian orang memilih tempat yang sunyi atau
tempat yang rindang sehingga menghasilkan kenyamanan atau memilih tempat yang
ada pemandangannya, angin yang berhamburan kesana kemari. Namun, itu adalah
salah satu cara yang kurang bagus. Ingat kusang bagus. Karena, jika anda menginginkan tempat-tempat
diatas (baca:selain masjid) maka anda akan banyak melamun. Memikirkan
burung-burung yang ada ”tadi burung apa ya, kok suaranya ini. Kok
warnanya itu.” Atau memikirkan pemandangan yang begitu
indah dll. Sehingga anda akan lupa dengan tujuan anda datang ke tempat itu.
Namun, jika anda bisa fokus untuk menghafal Al-qur’an maka silahkan saja.
Lagian juga tadikan saya ngomongnya kurang bagus berarti ada sisi bagusnya
dong….!!!! Iya Gak.
Masih dalam pembahasan kedua yaitu waktu. Waktu yang paling efektif untuk
menghafal Al-qur’an adalah ketika orang-orang lagi asik tidur yaitu 1/3 malam
terakhir atau setelah sholat malam. Sekalian minta dimudahkan dalam menghafal
Al-qur’an. Karena, diwaktu itulah pikiran anda masih fresh. Namun, pastinya dengan ayat yang sudah di baca ketika sebelum tidur.
Pada pembahasan berikutnya akan dibahas bagaimana cara agar menghafal
Al-qur’an dengan mudah. INSYAALLAH.
C. MUSHAF ATAU AL-QUR’AN
Mushaf yang anda baca, Al-qur’an yang anda gunakan untuk menghafal
hendaknya tidak berubah-ubah, dari awal anda menghafal surat Al-Fatihah sampai
anda menghafal surat An-Naas maka hendaknya anda tidak berpindah-pindah mushaf.
Jika diawal menggunakan mushaf yang kecil maka seterus anda menggunakan mushaf
tersebut. Bahkan sampai anda memurajaahnya (mengulang hafalan) maka anda harus menggunakan mushaf tersebut. Karena,
jika anda fokus atau istiqomah dengan satu mushaf maka anda akan memiliki
gambaran, ayat tersebut ada dimana dibagian atas atau bagian bawah, diakhir
halaman atau tidak. Namun, jika anda tidak fokus dengan satu mushaf maka itu
akan merepotkan anda terutama ketika memurojaahnya. Dan ingat mushaf yang anda
gunakan usahakan mushaf Utsmani atau bisa disebut juga mushaf yang ayatnya di
pojok. Karena, itu mushaf yang setandar yang digunakan oleh para penghafal
Al-qur’an.
D. PEMBENARAN BACAAN
Pembenaran bacaan tidak kala pentingnya dalam menghafal Al-qur’an. Karena,
dalam Bahasa Arab jika anda salah mengucapkan huruf maka arti atau maknanya
akan berbeda, begitu juga panjang pendeknya bacaan, yang seharusnya di baca mad (panjang) tapi malah dibaca pendek atau malah sebaliknya yang pendek
malah dipanjang.
Berikut adalah contohnya:
v Pertama. Perbedaan huruf. Bedakan antara
huruf ق
dan ك karena kedua huruf ini sangatlah berbeda.
Perhatikan firman Allah berikut ini
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
“katakanlah bahwa dia allah itu satu“
dengan
كُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ“makanlah bahwa
dia allah itu satu”
Coba perhatikan sangatlah
berbeda bukan, yang pertama قُلْ “katakanlah” yang kedua كُلْ “makanlah.” Kedua kata tersebut diambil dari Fiil Amr (kata kerja).
Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan
kata dalam Bahasa Arab.
v Kedua. Perbedaan antara panjang pendek
bacaan.
Contohnya
kata:
a) آمِيْن “kabulkanlah” (dengan panjang di Alif Dan Ya)
b)
آمِن “orang yang aman”
(dengan panjang di Alif)
c)
أَمِيْن “orang yang terpercaya” (dengan panjang di Ya)
Pertanyaannya.
Kata manakah yang diucapkan ketika imam selesai membaca
Al-Fatihah dalam sholat kata آمِيْن, آمِن, atau أَمِيْن ??? Tolong dijawabآمِيْن , آمِن atau . أَمِيْن
Jadi belajar makhorijul huruf (tempat
keluarnya huruf) dan belajar tajwid tidak kalah pentingnya
dalam menghafal
Al-qur’an. Jika diawal anda
sudah salah-salahan dalam membaca
dan
menghafal huruf-hurufnya dan salah dalam mengatur panjang pendeknya bacaan.
Maka, kedepannya
anda akan terus seperti itu. Wallahua'lam.
Abu Umar96
Semoga artikel ini bermanfaat Jazakumullah
khoiron katsiiron.
Abu Umar96
Komentar
Posting Komentar